Klub sepak bola papan atas Italia, Lazio, telah resmi memutuskan hubungan sponsorship dengan Polymarket. Kebijakan ini muncul setelah adanya regulasi dari otoritas Italia yang menyatakan bahwa platform Polymarket melanggar hukum. Sponsorship ini sebelumnya diharapkan menjadi sumber pendanaan signifikan bagi Lazio di Serie A.
Detail Kesepakatan Sponsorship
Maret 2026 lalu, Lazio dan Polymarket menandatangani kontrak senilai €19 juta. Kontrak ini direncanakan berlangsung selama dua tahun dengan opsi perpanjangan hingga musim 2028–2029. Kesepakatan tersebut sangat krusial, terutama karena Lazio sebelumnya tidak memiliki sponsor utama di seragam mereka selama satu musim penuh.
Regulasi Ketat Italia
Pemutusan hubungan ini sebagian besar disebabkan oleh peraturan ketat Italia terkait iklan perjudian. Meskipun Polymarket menyatakan diri sebagai bursa prediksi, otoritas Bea Cukai dan Monopoli Italia (ADM) menolak klaim itu. Mereka mengidentifikasikan Polymarket sebagai platform taruhan, sehingga memutus akses situs ini di Italia.
Dampak bagi Polymarket
Tanpa kerjasama ini, Polymarket kehilangan salah satu kesepakatan berharga mereka di liga. Namun, sebagai bagian dari penyelesaian, Polymarket tetap setuju membayar Lazio untuk musim 2026/2027. Kedua belah pihak juga memiliki niat untuk mempertahankan hubungan baik dan membuka kemungkinan kerjasama bila regulasi berubah.
Hambatan Polymarket di Eropa
Insiden ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Polymarket di benua Eropa. Negara-negara seperti Hungaria, Rumania, dan Spanyol juga mengambil langkah serupa dengan memblokir situs mereka. Bulan Juni lalu, sembilan badan otoritas Eropa, termasuk Belgia, Prancis, dan Jerman, menerbitkan peringatan kolektif terhadap pasar prediksi yang beroperasi tanpa lisensi, menyoroti risiko hukum dan keuangan yang mungkin terjadi.
Arah Masa Depan
Bagi Lazio, pemutusan ini memacu mereka mencari sponsor baru yang sesuai dengan regulasi saat ini. Sementara itu, Polymarket harus menyelaraskan operasinya sesuai aturan hukum di negara-negara tempat mereka beroperasi. Meskipun dihadapi tantangan, kedua pihak terbuka untuk berdialog kembali di masa depan jika ada perubahan dalam kerangka regulasi.
Lazio tetap yakin bisa menemukan kerjasama baru yang menguntungkan, sementara Polymarket terus berupaya memperbesar pasarnya dengan patuh pada aturan di Eropa. Dengan terus berubahnya lanskap perjudian dan regulasi, baik klub sepak bola maupun platform seperti Polymarket harus gesit mengadaptasi strategi agar potensi kerjasama di masa depan dapat dimaksimalkan.